Persiapan Menghadapi Tes Wawancara PPG Prajabatan 2024/2025


Persiapan Menghadapi Tes Wawancara PPG Prajabatan 2024/2025 - Wawancara PPG Prajabatan bukan hanya menjawab pertanyaan dari asesor saja, ada kriteria yang digali seringkali kita tanpa sadar melakukan kesalahan. untuk meminimalisir kegagalan belajar dari pengalaman orang lain, langkah apa saja yang harus dipersiapkan untuk menghadapi pertanyaan tes wawancara PPG Prajabatan, seperti kita ketahui bahwa pertanyaan yang akan muncul seputar Essy yang sudah diisi.

Hanya konsep dari pertanyaan itu yang berbeda para asesor akan mengajukan pertanyan random bisa dari poin bawah keatas, sebaliknya atau acak. Sebelumnya latar belakang admin sebagai mahasiswa PPG Prajabatan yang lulus, perjuangan berat yang dihadapi admin untuk lulus tes wawancara PPG Prajabatan sangat berat dan panjang meski berulang kali gagal tidak membuat admin menyerah dan tetap terus semangat.

Total admin mengikuti wawancara PPG Prajabatan sebanyak 4 kali dan semuanya gagal, ada banyak faktor yang membuat calon mahasiswa PPG Prajabatan gagal wawancara diantaranya mereka yang memiliki kepribadian introvet cukup menjadi kendala karena tidak merasa nyaman untuk ngobrol terlalu lama dengan orang yang tidak dikenal.

Kita harus tetap mempertahankan motivasi dan antusias ketika menjawab pertanyaan asesor, hanya saja kendala seorang introvet tidak bisa menyembunyikan raut wajah yang cukup lelah ketika melakukan interaksi yaitu wawancara yang cukup lama. Untuk mengatasinya lakukan latihan menggunakan kamera ponsel atau laptop sembari seakan sedang merekam video.

Langkah berat seorang introvet akan sangat diuji ketika wawancara pengalaman admin dari 4 kali tes wawancara rata-rata 1.5 jam sampai 2 jam dimana itu cukup tidak normal bagi sebagian besar calon peserta yang rata-rata wawancara hanya 30-45 menit saja. Semakin kita merasa bingung maka akan semakin dikejar oleh asesor.

Perbanyak latihan, jangan hafalkan isi essy karena itu akan membuat kita merasa sangat kebingungan ketika jawaban yang diberikan tidak sesuai dengan harapan asesor. Selain itu jika asesor mengatakan apakah jawaban yang akan diberikan nantinya saat wawancara sesuai dengan essay atau tidak, maka jawab sesuai dengan essay.

Kenapa harus sesuai essay, anggap saja itu terjadi pada diri kita saat di jalan kita bertemu dengan seseorang yang tidak dikenal memberikan informasi penting yang ada di tulisan, namun apa yang disampaikan orang tersebut berbeda dengan yang ditulis, kita cenderung mengingat tulisan yang dibawa dari pada perkataan orang tersebut.

Seperti itu juga asesor tidak semua asesor langsung menilai hasil wawancara karena jadwal padat biasanya ada yang menilai beberapa hari kemudian maka yang akan diingat adalah essay sementara hasil wawancara yang sudah dilakukan besar kemungkinan tidak akan diingat dari puluhan ribu orang.

Selanjutnya calon peserta PPG Prajabatan yang sudah lulus lebih dari 2 tahun dari kampus maka pengalaman dari perkuliahan tidak akan bisa digunakan lagi karena minimal paling lama pengalaman 2 tahun terakhir, lebih bagus apabila ada pengalaman terbaru maka lebih baik menggunakan pengalaman terbaru.

Khusus untuk yang lulusan lebih dari 4 tahun dari kampus atau bahkan seperti admin yang saat tes wawancara dulu berusia 31 tahun maka harus bisa menceritakan pengalaman yang dapat menyakinkan asesor bahwa kita memiliki kemampuan IT seperti bisa menggunakan laptop dan lainnya tidak gaptek. 

Khusus bagi calon peserta tes wawancara PPG Prajabatan yang sudah bekerja dan pekerjaan saat ini sudah baik tetapi memutuskan untuk ikut PPG Prajabatan maka siap-siap dengan pertanyaan yang mengapa memilih menjadi guru padahal saat ini sudah bekerja ditempat lain. Biasanya jika jawaban yang diberikan hanya mengacu pada materi seperti gaji dan seputar kesejahteraan maka siap-siap akan gagal.

Kita akan ditanya dan terus dikejar dengan pertanyaan tersebut tidak cukup menjawab karena panggilan jiwa atau menyukai dunia pendidikan saja tetapi harus benar-benar mengena, sebelumnya memang saya bekerja di tempat lain hal itu karena saya belum memiliki kesempatan untuk mengikuti seleksi menjadi guru, apa yang sudah saya dapatkan di tempat pekerjaan saat ini akan saya bawa untuk memajukan dunia pendidikan jika nanti menjadi guru.

JIka ditanya apa yang sama pekerjaan saat ini dengan menjadi guru, apabila jauh berbeda tidak perlu mencari kesamaan, dengan perbedaan inilah kita bisa membawa yang baik didunia kerja saat ini ke dunia pendidikan seperti penerapan IT dan lainnya.

Sisanya bagi lulusan sarjana baru, bisa menggunakan semua pengalaman dari kampus untuk mengikuti wawancara, tidak akan jadi masalah, nah sebenarnya apa poin penting dari setiap wawancara apa yang asesor cari dari dalam diri anda untuk bisa lulus PPG Prajabatan untuk lebih jelas akan dibahas lengkap dibawah ini :

Memiliki Motivasi Sangat Tinggi 

Satu-satunya cara yang bisa dilakukan untuk melihat motivasi sesoerang dari mendalami dengan mendengarkan cerita seseorang itu akan terlihat dari saat kita menceritakan dengan antusias. Dari 4 kali wawancara itu admin banyak melakukan kesalahan karena sebagai seorang introvet yang cukup kelelahan saat diajak bicara lama dengan asesor terlihat jelas dan tidak bisa ditutup-tutupi. Ada satu kata penutup yang saya ucapkan seperti "Saya menyadari tes PPG Prajabatan ini sangat-sangat sulit namun saya akan berjuang sekeras mungkin sampai lulus tidak peduli apapun kesulitannya". Jangan ragu untuk melakukan penegasan berulang kali Seperti, Sangat" dan kata lainnya untuk menunjukan kita memiliki motivasi yang sangat tinggi. 

Kenapa motivasi sangat tinggi perlu untuk mahasiswa PPG Prajabatan karena setelah lulus nanti tugas dan kuliah yang akan dihadapi benar-benar tidak masuk akal hanya mereka yang memiliki motivasi sangat tinggi saja yang dapat menyelesaikan tugas, selain sulit juga dituntut untuk bagus dan harus cepat hampir 50-60 tugas yang harus dikerjakan selama 1 minggu dan harus selesai dihari yang sama, dengan bantuan teknologi saat ini seperti AI dan lainnya saja kita yang mengerjakan tugas dari jam 12 siang akan selesai mendekati jam 21.00 malam.

Keesokan paginya kuliah lagi harus bangun jam 5 pagi karena jam 07.00 pagi sudah harus kuliah mata kuliah lain dan tugas harus selesai dihari yang sama. Begitu terus selama satu tahun belum ditambah dengan tugas PPL, dan tugas lain diluar dari perkuliahan.

Memiliki Keterampilan Bidang Teknologi 

Saya adalah seorang programer dan digital marketing yang terbilang lumayan fasih menggunakan teknologi, bahkan sampai pada tingkat cukup ekspert, bukan penguasaan teknologi tersebut yang menjadi modal tetapi bagaimana kita bisa menggunakan teknologi pendukung yang akan digunakan selama PPG Prajabatan dan menjadi guru nantinya, seperti penggunaan laptop, editing foto, video, media pembelajaran, website penunjang pendidikan lainnya yang dapat diaplikasikan kedalam dunia pendidikan.

Tidak perlu menceritakan hal-hal yang terlalu berlebihan, yang penting ada satu pengalaman yang menujukan kita memiliki kemapuan bidang IT dan memiliki ide jika nanti menjadi guru menggunakan teknologi yang sudah dikuasai selama bekerja ditempat lain untuk diterapkan di dunia pendidikan.

Menatap Kamera Bukan Layar

Mengapa hal ini penting, karena terlalu gugup biasanya peserta akan spontan menatap layar laptop/hp, bukan menatap kamera karena yang terjadi di tampilan asesor ketika peserta tidak menatap kamera seperti menunduk, karena basis pertanyaan adalah pengalaman sehari-hari akan muncul keraguan di hati asesor ketika peserta setiap menjawab menunduk, padalah kita sebagai peserta ingin menghormati asesor dengan melihat wajah dilayar. Ingat tatap mata ke kamera saat wawancara bukan ke layar.

Motivasi Dari Diri Sendiri

Banyak sekali yang gagal saat menjawab motivasi menjadi guru karena motivasi yang diceritakan bersumber dari orang lain bukan dari diri sendiri, motivasi yang dianggap tidak bersumber dari diri sendiri seperti menjadi guru karena orang tua, keluarga, lingkungan, atau mencari amal, dan lainnya. Untuk menjadi guru harus ada kesadaran diri motivasi dari dalam diri sendiri bukan dipengaruhi orang lain. Kerena menjadi guru itu sejatinya akan seumur hidup harus punya satu alasan yang ada dari dalam diri.

Seperti contoh admin dulu bercerita sebelumnya tidak pernah terpikir menjadi guru hanya ingin menjadi atlit dan setelah selesai jadi atlit akan melatih, sampai pada akhirnya cedera parah karena tidak dilakukan dengan benar. Diusia muda mungkin tidak pernah bisa menjadi atlit tetapi mimpi itu akan bisa terjuwud dengan menjadi seorang guru olahraga. Saya memang tidak bisa menjadi atlit tetapi saya tetap bisa mencetak atlit-atlit lainnya untuk menujudkan mimpi saya.

Hindari Penggunaan Kata-Kata Yang Membuat Asesor Ragu atas Jawaban Kita.

Banyak kebiasaan menyebutkan mungkin, paling, terserah, dan lainnya yang tidak disadari membuat asesor merasa jawaban kita itu ngarang dan berbohong. Admin baru sadar saat melakukan sesi latihan wawancara ke sesama teman atau pasangan, menyampaikan bahwa banyak kata-kata sudah menjadi kebiasaan yang sulit dirubah dalam waktu singkat, lakukan latihan berulang.

Memiliki Sopan Santun Dalam Wawancara

Pengucapan salam, dan memulai kata dengan"Baik terima kasih bapak ibu Asesor izin menjawab" jangan langsung ceplas ceplos dalam menjawab utamakan etika dalam merangkai jawaban, karena kita adalah calon guru harus memiliki etika baik termasuk dalam menyampaikan jawaban.

Memiliki Komitmen Belajar Sepanjang Hayat

Apa poin penting dari komitmen sepanjang hanya ini, sesuai dengan profesionalitas seorang guru kita adalah orang ayang akan belajar sepanjang hayat, pertanyaan yang seringkali muncul adalah apa saja pelatihan atau workshop yang pernah diikuti selama ini dalam waktu 6 bulan terakhir semakin banyak pelatihan yang diikuti maka akan semakin baik, rajin ikut Pelatihan Kemenag, Coursera, Harvard, Unesco dan beberapa pelatiahn lain dari kampus, asalkan gratis pasti ikut. Hanya pelatihan yang sudah mendapat sertifikat saja yang boleh disebutkan.

Memiliki Potensi Individu dan Dapat Berkolaborasi Dengan Orang Lain.

Kecenderungan mereka yang memiliki potensi adalah sikap individual, Calon mahasiswa PPG Prajabatan harus dapat berkolaborasi dengan orang lain hal ini dibuktikan dengan pengalaman bekerja sama dengan orang lain agar dapat berjalan dengan baik apa saya yang harus dilakukan untuk melakukan hal tersebut.

Sebagai Agen Perubahan

Melalui PPG Prajabatan mahasiswa akan di cetak untuk menjadi agen perubahan melalui program kepimpinan biasanya pertanyaan ini mengarah pada keputusan yang pernah dibuat saat menjadi pengambil kebijakan atau dalam organisasi tertentu.

Itulah beberapa hal yang harus dipersiapkan untuk tes wawancara PPG Prajabatan, karena sudah 4 kali gagal dan akhirnya di percobaan ke 5 bisa lulus ada banyak sekali saran yang diberikan oleh asesor kepada admin, seperti :

Jika Gagal Wawancara PPG Prajabatan Apa yang Herus Dilakukan ?

  1. Jangan menyerah ikut lagi.
  2. Buat Essay Singat sesuai dengan batas minimal saja tidak perlu panjang-panjang. Semakin panjang menulis essay maka ada pembanding yang rinci jika ada pengalaman yang tidak sama akan mengurangi penilaian. Beda dengan kita hanya menulis poin-poin penting saja.
  3. Perbanyak pengalaman seperti mencoba untuk merasakan menjadi guru.
  4. Bagaimana cara untuk menjadi guru Profesional selain dari PPG Prajabatan ? Jawabnya tidak ada untuk menjadi guru profesional harus melalui PPG.
Admin lulus PPG Prajabatan diusia 32 tahun bukan karena tidak mau ikut tes tetapi di usia 30 Tahun program PPG Prajabatan Beasiswa baru dibuka, dulu semasa ada program PPG Mandiri tidak bisa ikut karena aturan belum menikah sementara admin menikah diusia yang sangat muda lulus kuliah langsung gas nikah.

Dengan keterbatasan usia admin tetap semangat walaupun gagal sampai 4 kali, itu akan menjadi pengalaman yang baik untuk meningkatkan motivasi setelah lulus PPG Prajabatan. Semoga informasi yang admin berikan dapat menambah wawasan untuk bisa lulu PPG. Ada banyak video di youtube yang memberikan tips serupa, hanya saja beda orang maka beda pengalaman, terutama bagi yang suka membaca lebih nyaman baca artikel karena lebih cepat dan ngak boros kuota.