Menghitung Peluang Lulus SNMPTN dari Kuota Sekolah 2021-2022

Info Penting CPNS

Menghitung Peluang Lulus SNMPTN dari Kuota Sekolah 2021-2022 - Secara umum penetapan kuota sekolah ditentukan berdasarkan akreditasi sekolah semakin tinggi akreditasi sekolah maka akan semakin besar kuota yang diberikan LTMPT ke PTN, sistem SNMPTN seperti kita ketahui menentukan kelulusan berdasarkan prestasi dalam hal ini yang dinilai adalah nilai rapot seperti mata pelajaran inti yang di sekolah.

Selain prestasi akdemik, sekolah juga dapat merekomendasikan siswa/i yang memiliki prestasi non akademik seperti prestasi olahraga, seni, sains, dan bahasa, industri kreatif dan lainnya, meski tidak masuk di urutan peringkat umum sekolah siswa/i tersebut memenuhi syarat mengikuti SNMPTN, yang perlu dingat bahwa saat ini LTMPT lebih memudahkan kita untuk menghitung peluang lulus SNMPTN karena ada besaran kuota sekolah untuk SNMPTN.


Sekolah bisa mengira-ngira berapa orang yang akan direkomendasikan untuk mendapatkan kuota kelulusan tersebut jadi tidak perlu capek-capek banyak entri data tidak berguna. Pastikan merekendasikan siswa/i terbaik yang memenuhi dapat memenuhi kuota SNMPTN, kecuali sekolah dengan akreditasi A bisa merekomendasikan seluruh siswa/i.

Nantinya penetapan kelulusan akan di bagi menjadi dua hasil pemeringkatan yang dilakukan sekolah untuk menentukan siapa saja yang layak mendaftar SNMPTN, dan yang kedua pemeringkatan akhir diumumkan melalui situs resmi SNMPTN.

Bagi yang penasaran bagaimana cara menghitung peluang lulus SNMPTN bedasarkan kuota sekolah, kami sudah merangkunya seperti dibawah beberapa faktor yang akan menentukan lulus atau tidaknya karena sudah jelas setiap sekolah memiliki kuota tersendiri. Seleksi SNMPTN terjadi Internal maupun Eksternal persaingan internal inilah yang harus di kurangi agar tidak terlalu banyak bersaing di satu sekolah. Langsung saja berikut informasinya.


Akreditasi Sekolah : A

Persentase Kuota : 40%

  1. Persentase kuota sekolah ditentukan dari akreditasi dan jumlah siswi/i.
  2. Perhitungan kuota sebesar 40% dari total siswa/i.
  3. Untuk menghitung peluang lulus SNMPTN berdasarkan kuota harus mengihitung jumlah keseluruhan siswa/i dibagi jurusan yang ada di sekolah.
  4. Untuk lebih jelas rincian kuota SNMPTN setiap sekolah dapat diakses melalui situs https://ltmpt.ac.id pilih menu SNMPTN pada bagian bawah terdapat informasi kuota sekolah Untuk SNMPTN, pilih provinsi dan kota/kabupaten, pilih sekolah masing-masing, klik akan tampil informasi jumlah kuota setiap jurusan.
  5. Apabila ada 100 kuota siswa di jurusan IPA artinya yang akan lulus SNMPTN berdasarkan kuota tersebut dari peringkat umum 1-100 yang akan lulus secara prestasi akademik.
  6. SNMPTN tidak hanya menentukan kelulusan berdasarkan nilai rapot tetapi berdasarkan prestasi non akademik meski siswa/i tidak berada di urutan peringkat umum 1-100 bisa lulus, tergantung dari prestasi non akademik yang diraih selama sekolah, semakin tinggi tingkat prestasi maka semakin besar peluang untuk lulus.
  7. Kasus lain diluar dari poin 5 dan 6 adalah siswa/i adalah meski tidak masuk peringkat umum 1-100 namun nilai rapot selama sekolah dari kelas 10 sampai kelas 12 ternyata memiliki grafik menanjak terus dan tidak pernah turun meski urutan peringkat tengah bisa tetap lulus.
  8. Perlu diketahui persaingan setiap program studi akan menentukan lulus SNMPTN, apabila nilai rapot kalian pas-pasan pilih program studi yang sepi pendaftar, seperti contoh apabila di suatu sekolah ternyata mayoritas memilih program studi kedokteran dan program studi pertanian tidak ada yang memilih, kesempatan besar untuk lulus dengan memilih program studi pertanian. Setiap sekolah memiliki program studi unggulan masing-masing saran kami agar tidak menumpuk pada satu program studi yang sama agar tidak kalah bersang dari internal sekolah.

 

Akreditasi Sekolah : B

Persentase Kuota : 25%

  1. Untuk sekolah yang memiliki akreditasi B lebih mudah melihat peluang kelulusan karena biasanya jumlah siswa/i lebih sedikit.
  2. Pada umumnya penentuan kuota sama jumlah siswa dibagi jurusan yang ada.
  3. Total kuota yaitu 25% dari jumlah siswa/i dibagi dua jurusan yang ada.
  4. Kita ambil contoh apabila total sekolah ada sekitar 60 sekitar 25% dari jumlah dari masing-masing jurusan.
  5. Mereka yang memiliki nilai peringkat umum 1-18 sudah pasti memiliki peluang lulus yang lebih tinggi.
  6. Atau meski tidak masuk dalam urutan peringkat umum tetapi memiliki prestasi non akademik bisa lulus SNMPTN asalkan memilih program studi sesuai dengan prestasi yang sudah didapat.
  7. Atau mereka yang tidak masuk dalam peringkat teratas namun memiliki grafik nilai terus meningkat tidak pernah turun dari kelas 1-3 dipastikan memiliki peluang lulus juga.
  8. Yang terakhir setiap sekolah pasti memiliki priortias diterima di PTN berdasarkan alumni yang sudah dahulu masuk, tanyakan kepada guru kakak tingkat angkatan sebelumnya di dominasi lulus pada program studi apa, kalian bisa memilih program studi yang sama agar peluang lulus lebih besar.

 

Akreditasi Sekolah : C

Persentase Kuota : 5%

  1. Untuk sekolah yang terakreditasi C hanya mendapatkan kuota sekitar 5% dari total jumlah siswa.
  2. Biasanya sekolah akredtiasi C sekolah yang belum lama berdiri.
  3. Untuk bisa lulus PTN sekolah harus mengirim siswa terbaiknya yang ada di sekolah yang memiliki prestasi akdemik peringkat umum 1-4.
  4. Disarankan untuk memilih program studi dengan passingrade kecil, dan hindari memilih passingrade besar karena sudah pasti sulit untuk lulus meski ada kuota yang diberikan.
  5. Biasanya hanya bisa tembus 1-2 orang setiap tahun untuk akreditasi C.

 

Sekolah Belum Terakreditasi

Persentase Kuota dibawah 5%

  1. Untuk sekolah yang masih belum terakreditasi masih mendapatkan kuota dibawah 5%.
  2. Pastikan merekomendasikan siswa terbaik di sekolah, seperti peringkat umum 1 di sekolah.
  3. Pilih program studi sesuai dengan potensi wilayah dimana sekolah berdomisili.
  4. Selain itu bisa mengirim siswa/i berprestasi secara non akademik.
  5. Meski kuota kecil tetap ada peluang lulus.

 

Khusus Untuk SMK Akreditasi A, B, C, Tidak Terakreditasi

Persentase Kuota : 40% - 5%

  1. Pastikan merekomendasikan siswa terbaik dari sekolah.
  2. Usahakan memilih jurusan satu rumpun dengan jurusan saat sekolah.
  3. Jangan menumpuk di satu PTN saja.
  4. Hindari pemilihan jurusan yang sama dari satu sekolah.
  5. Pastikan untuk merekomendasikan siswa/i yang berprestasi secara non akademik juga.

 

Pertimbangan Penetapan Sekolah Untuk Kuota SNMPTN

  1. Selain dari akreditasi penetapan kuota juga berdasarkan jurusan unggulan yang ada di sekolah, seperti contoh sekolah diunggulkan dalam bidang IPA akan lebih banyak menerima kuota lulusan SNMPTN dari program studi MIPA atau rumpun IPA.
  2. Pertimbangan alumni yang masuk ke PTN setiap tahun akan dinilai dan di evaluasi oleh panitia, apabila terbukti alumni dari satu sekolah berprestasi selama kuliah di salah satu PTN maka tahun berikutnya akan ditambah kuota kelulusan.
  3. Sekolah yang berada di Kota akan mendapatakan kuota yang lebih besar karena dinilai memiliki kualitas lebih baik dibandingkan di daerah.
  4. Sekolah yang berada di daerah 3T atau perbatasan sekalin akan menjadi prioritas untuk meningkatkan SDM dan bisa menjadi prioritas asalkan memilih program studi PTN yang sesuai dengan potensi wilayah tempat sekolah berdomisili.
  5. Alumni yang terbukti gagal dalam kuliah akan memberikan dampak buruk bagi sekolah asal, seperti pengurangan kuota tahun berikutnya atau bahkan di skor tidak mendapatkan kuota tahun berikutnya. 
  6. Sekolah Plus/Unggulan akan mendominasi lulusan PTN karena memiliki kwalitas terbaik.