10 Fakta SNMPTN Jarang Diketahui Siswa/i Zaman Now

SNMPTN - 10 Fakta SNMPTN Yang Jarang Diketahui Siswa Zaman Now - Mengapa SNMPTN melalui jalur Undangan itu adil bagi setiap siswa, apakah Jalur SNMPTN yang menggunakan sistem prestasi dan verifikasi nilai rapot sudah tepat, atau selama ini semua itu kekeliruan, mengingat ada banyak peserta yang tidak memiliki prestasi yang ingin ikut SNMPTN tidak bisa mendaftar karena tidak memenuhi syarat.

Itulah sedikit gambaran mengenai beberapa pertayaan yang masuk ke dalam halaman facebook yang saya kelola, ada sekitar lebih dari 16 rb responden yang sebagian besar mempertanyakan hal sama, keluahan demi keluhan seringkali muncul, mengingat saya memantau SNMPTN dari tahun 2009 hingga saat ini.


Jadi saya mungkin salah satu peserta yang cukup tau sejarah dan perkembangan SNMPTN, sehingga dapat menjawab pertanyaan dari siswa yang mungkin belum berkesempatan mengikuti SNMPTN. Tentu sangat disayangkan jika tidak bisa mengikuti SNMPTN karena peluang ini sangat terbuka lebar terlebih jika lulus dipastikan UKT yang diterima akan memiliki batas yang lebih rendah jika dibandingkan masuk jalur lainnya.

Yang paling mencolok dari seleksi SNMPTN adalah terlihat dari kesempatan peserta bisa mengikuti karena dengan sistem undangan siswa suka tidak suka hanya memiliki satu kali kesempatan, artinya bagi yang ikut ujian nasional tahun ini kemudian berkesempatan mendaftar SNMPTN maka ini merupakan tahun pertama dan terakhir mengikuti SNMPTN.

Kerena setelah ini tidak ada lagi kesempatan, sebab tidak akan ada proses rekomendasi dua kali terutama bagi para alumni, oleh sebab itu sistem SNMPTN membuat kita menjadi dilema, untuk yang bisa ikut saja harus terbatas waktu, apalagi siswa yang tidak memiliki kesempatan mengikuti SNMPTN tahun ini sudah pasti mereka menganggap bahwa pemerintah tidak adil.

Mengapa tidak adil, sebab jika kita kira-kira pesentasi kota yang ada di Indonesia jauh lebih sedikit dimana mayoritas adalah kabupaten yang jauh dari pusat pendidikan atau jauh dari akses pendidikan yang berkualitas, dengan kata lain siswa berpestasi di Indoensia jika melihat dari skala wilayah jauh lebih sedikit dibandingkang dengan siswa yang tidak berprestasi.

Jika di asumsikan paling tidak ada sekitar 60-70% siswa tidak berprestasi dan sisanya 40-50% berprestasi, seharusnya SNMPTN itu dibuat untuk siswa umum saja bukan untuk pelajar minoritas seperti yang berprestasi, apakah itu sudah tepat atau ada sesuatu hal yang disebut adalah permainan politik dibalik SNMPTN.

Mengingat kebijakan yang dibuat dalam menetapkan jalur SNMPTN sebagai jalur Undangan tidak memiliki dasar keberpihakan, tentu pertanyaan semacam ini yang sering muncul, pertayaan yang ada muncul dari kalangan siswa yang notabenanya adalah peserta pertama dan terakhir yang mengikuti SNMPTN, lantas bagaimana jika dari sudut pandang orang seperti saya yang mengawasi SNMPTN sejak tahun 2009.

Ini akan menarik, karena saya sendiri adalah salah satu peserta SNMPTN tahun 2009 diman tahun tersebut adalah tahun yang berbeda seperti sekarang, untuk itu kami akan merangkum beberapa informasi terkait seputar fakta SNMPTN yang jarang diketahui oleh siswa jaman now untuk lebih jelas simak selengkapnya seperti dibawah.


1. SNMPTN Pada Awalnya Jalur Tertulis.

Apakah kalian tahu jalur SNMPTN yang menjadi kontroversial karena menggunakan skema undangan prestasi sekarang sebenarnya dulunya adalah ujian yang bisa diikuti oleh seluruh lulusan sekolah menengah atas sederajat dengan menggunakan sistem ujian tertulis, jadi pada tahun pertama admin ikut SNMPTN tahun 2009 masih menggunakan sistem ujian tertulis, namun seiring berjalannya waktu ternyata ada banyak siswa yang memiliki prestasi tidak lulus SNMPTN.

Bahkan beberapa kritik yang terjadi adalah "siswa yang sudah belajar dengan keras dan melalui Ujian Nasional yang berat masih harus mengikuti tes yang berat dan banyak yang tidak lulus, siswa pada waktu itu bertanya untuk apa sekolah dengan nilai besar jika saat masuk kuliah tidak digunakan. Puncaknya terjadi pada tahun 2012-2013 dimana terdapat beberapa siswa di pulau jawa yang juara olimpiade beberapa kali berturut-turut tidak lulus SNMPTN.

Pada tahun yang sama pemerintah memutuskan untuk mengubah sistem SNMPTN menjadi undangan dengan alasan untuk menjaring siswa berprestasi selama sekolah agar bisa melanjutkan ke perguruan tinggi, pada tahun pertama sejak perubahan terjadi siswa tidak ada kenaikan yang signifikan terhadap peserta yang ikut mendaftar SNMPTN namun semakin ke sini jalur ini makin diminati.


2. Jumlah Peserta SNMPTN Setiap Tahun Semakin Naik

Tahukah anda jika setelah ditetapkan sebagai jalur undangan pada tahun 2013 lalu SNMPTN mengalami peningkatan pendaftar setiap tahun, rata-rata 600.000 sampai 800.000 setiap tahun yang ikut mendaftar jauh lebih tinggi dari sebelumnya dimana SNMPTN kala itu masih menggunakan skema ujian tertulis, hal itu menjadi kabar yang menggembirakan bagi pemerintah karena dapat meningkatkan jumlah peminat SNMPTN.


3. Dulu SNMPTN bisa diikuti sebanyak 3 kali Oleh Setiap Siswa.

Sekarang kita hanya memiliki satu kali kesempatan seumur hidup mengikuti SNMPTN jika kalian lulus tahun ini berarti ini adalah tahun pertama dan terakhir bagi kalian bisa kuliah melalui jalur SNMPTN kalau dulu seperti admin ikut SNMPTN tahun 2009 dengan menggunakan sistem ujian tertulis kemudian tidak lulus pada tahun 2010 ikut lagi masih bisa, itulah enaknya SNMPTN jaman dulu dibandingkan dengan SNMPTN jaman Now.


4. Persentase Siswa Berprestasi lebih sedikit dibandingkan dengan Yang tidak Berprestasi.

Ungkapan jika kita membandingkan antara siswa berprestasi dengan yang tidak berprestasi tentu sudah pasti yang lebih banyak yang tidak berprestasi, tetapi jika melihat data dari setiap tahun jumlah peserta SNMPTN yang secara keseluruhan jalur masuk undangan tentu isinya siswa berprestasi dengan jalur SBMPTN yang isinya pelajar umum dan sebagian besar adalah siswa tidak berprestasi, ternyata jumlah peserta SNMPTN jauh lebih banyak jika dibandingan peserta SBMPTN.

Lalu apakah kita masih menyebut bahwa ungkapan diatas keliru, haha entahlah yang pasti kemungkinan yang terjadi siswa berprestasi lebih memiliki kecenderungan untuk meneruskan ke jenjang perguruan tinggi sementara yang tidak berpestasi sedikit malas kuliah hehe.


5. Hanya sekitar 20%-40% siswa lulusan SMA/SMK Berminat Kuliah

Tahukah kalian menurut data kemendikbud 2016-2017 bahwa ada sekitar 23.000 sekolah SMA/SMK yang ada di Indonesia gabungan dari sekolah swasta dan negeri serta SLB, dengan jumlah siswa mencapai lebih kurang 3.300.000 juta siswa dari berbagai sekolah yang ada di Indonesia dan pesentase yang lulus setiap tahun sekitar 2.500.000 namun hanya sekitar 800.000 siswa yang melanjutkan ke kenjang perguruan tinggi melalui jalur SNMPTN, kemudian sekitar 600.000 jalur SBMPTN rata-rata dari peserta SNMPTN dan sekitar 150.000 jalur mandiri dan beberapa ribu mengikuti jalur lainnya. artinya tidak sampai 50% yang berminat kuliah, belum lagi dikurang dari jumlah siswa yang tidak lulus.


6. Jalur Undangan SNMPTN Terbukti Dapat Meningkatkan Jumlah Pendaftar SNMPTN.

Apabila kita membandingkan dengan jaman dulu SNMPTN jalur tertulis ternyata memiliki pesentase peserta jauh lebih sedikit baru kemudian setelah SNMPTN berubah menjadi jalur Undangan peserta yang mendaftar meningkat Pesat, hal itu karena sistem SNMPTN undangan lebih mengarahkan siswa untuk mendaftar dan terkordinir.


7. Sekolah Akreditasi A Semua Siswa Bisa Ikut SNMPTN.

Saya dulu sekolah di salah satu sekolah yang ada di pedusunan dimana sekolah tersebut jauh dari kata terakreditasi, apalagi grade A, nah berbeda dengan sekolah yang ada di kota apalagi sekolah unggulan, saya terkejut melihat semua siswa yang ada di sekolah tersebut semuanya ikut SNMPTN, jadi bagi kalian yang sekolah ditempat yang bagus dipastikan memiliki kesempatan ikut SNMPTN.


8. SNMPTN Jaman Dulu Harus Bayar Uang Pendaftaran.

Seperti yang admin ceritakan diatas bahwa dulu sistem SNMPTN menggunkan sistem ujina tertulis, rata-rata jalur ini dikenai biaya, besaran biaya waktu itu, jika disetarakan dengan jaman now ya mirip dengan biaya daftar SBMPTN, sementara waktu itu jalur SBMPTN sudah ada namun sebagai salah satu jalur swasta bukan seperti sekarang, dan masih jarang yang ikuti SBMPTN pada tahun itu. Namun sekarang SNMPTN gratis.


9. Dulu Mendaftar Beasiswa Bidik Misi Lebih Sulit 

Ini yang paling mencolok jika dibandingkan dengan jaman dulu, sekarang sudah sangat jauh karena waktu dulu beasiswa bidik misi itu sulit sekali mendaftar bahkan belum ada tidak ada istilah beasiswa bidik misi, namun ada beberapa beasiswa sejenis yang jika ingin mendaftar melalui proses yang lama dan sangat panjanga, sekarang sudah jauh sistem mendaftar Bidik Misi lebih mudah dan proses verifikasi bidik misi di SNMPTN juga lebih gampang.


10. Biaya Kuliah Lulus SNMPTN Murah

Apabila kita melihat kebelakang sebelum ada jalur SNMPTN, dulu untuk bisa ikut seleksi PTN pada tahun 90an hanya tersedia UMPN yaitu jalur ujian secara umum seperti SNMPTN, apabila siswa lulus jalur tersebut akan dikenakan biaya kuliah rata-rata 250 rb, kemudian masuk pada tahun 2000 UMPN dialihkan bagi jalur untuk politeknik dan muncul SNMPTN apabila lulus jalur ini semua siswa akan dikenakan biaya sekitar 700 rba per semester, dan setelah proses UKT biaya kuliah meski lulus SNMPTN tetap tinggi, kisaran dari 2,5 juta sampai - 5 juta bagi siswa menangah, dan untuk katagori mampu lebih mahal lagi, sementara yang kurang mampu memang tidak dibebani begitu besar biaya kuliah, namun harus mengusulkan melalui penurunan UKT yang sangat panjang dan cukup ribet. Itulah sedikit perbandingan uang kuliah Lulusan SNMPTN.


Itulah 10 fakta seputar SNMPTN Jarang diketahui Siswa/i Jaman Now, semoga bisa sedikit menghibur kita semua, apabila kalian berencana mendaftar SNMPTN jangan lupa akses situs resmi SNMPTN.ac.id pusat pendaftaran, namun apabila masih bingung dan belum tahu pasti cara mendaftarnya dapat membaca petunjuknya melalui Cara Pendaftaran SNMPTN.

0 Response to "10 Fakta SNMPTN Jarang Diketahui Siswa/i Zaman Now"

Posting Komentar